
Dua hari penulis melakukan pembinaan ke PA Bangko sekaligus mengemas kegiatan safari Ramadan perdana yang sesuai rencana akan dilaksanakan secara bergiliran dari setiap PA. DI sela-sela acara safari Ramadan dan pembinaan, penulus menyempatkan untuk menulis. Kali ini masih di seputar materi Ramadan.
Sebagaimana telah disinggung pada tulisan sebelumnya, Ramadan diawali dengan huruf ra yang mengartikan rahmat maka ada relevansinya kita perlu membincangkan tentang apa itu rahmat lebih dalam.
Rahmat terdiri dari tiga huruf ra, ha, dan mîm, berasal dari kata rahima, yarhamu, rahmatan kata rahmatun itu sendiri sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi rahmat.
Menurut Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf ra, ha, dan mîm memiliki arti dasar kelembutan, kehalusan dan kasih sayang. Sedangkan menurut al-Ashfihani dalam Mufradat Alfadzh al-Qur’an, kata rahmat berarti kelembutan yang menuntut berbuat baik kepada yang disayangi. Terkadang rahmat hanya khusus berarti kelembutan. Kadang juga hanya berarti berbuat baik.
Pada dasarnya rahmat (kasih sayang) itu berasal dari Tuhan Maha Pengasih Penyayang (al-Rahmân al-Rahim). Allah swt adalah sumber rahmat (kasih sayang) yang tersebar di alam semesta ini. Allah swt mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang) QS al-Anʻam (6): 12. Dalam Shahîh al-Bukhari melalui jalur Abu Hurairah ra, Nabi Besar Muhammad saw pernah menyatakan; Pada hari penciptaannya, Allah swt menciptakan 100 (seratus) rahmat (kasih sayang), 99 rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh Allah swt untuk disimpan. Hanya satu rahmat saja yang disebarkan oleh Allah swt bagi seluruh makhluknya.
Sementara, menurut Sahih Muslim dari Salman al-Farisi, satu rahmat itu disebar di muka bumi sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain. Lalu 99 rahmat sengaja ditahan oleh Allah swt untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat.
Sebagaimana umumnya sejumlah kata-kata yang termuat dalam al-Quran mempunyai makna lebih dari satu atau sering disebut dalam ilmu tafsir dan al-Quran sebagai musytarak lafdzi (lafadz yang memiliki makna banyak). Dalam al-Quran, kata rahmat disebutkan sebanyak 145 kali. Kesemuanya mempunyai beragam makna sesuai dengan konteks pembicaraannya. Setidaknya tidak kurang dari 14 makna bagi rahmat (perlu pembahasan khusus, pen.).
Rahmat Allah adalah manifestasi dari cinta-Nya yang tak terbatas kepada makhluk-Nya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, yang artinya; "Ketika Allah menetapkan penciptaan makhluk, Dia menulis di dalam Kitab-Nya, yang berada di sisi-Nya di atas Arasy, 'Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku'." (HR. Bukhari)
Hadits ini mengingatkan kita bahwa kasih sayang Allah selalu lebih besar daripada kemurkaan-Nya. Allah senantiasa membuka pintu rahmat-Nya untuk hamba-hamba-Nya, bahkan saat kita berbuat dosa dan kesalahan. Rahmat-Nya tidak mengenal batas, dan Dia selalu siap untuk mengampuni dan memberikan kasih sayang-Nya kepada mereka yang bertaubat.
Jika rahmat itu dipertemukan dengan bulan Ramadan, maka betapa besar arti makna rahmat. Oleh karenavitulah Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat. Di bulan ini Allah menebar rahmat bagi seluruh hamba-Nya.
Dalam riwayat disampaikan bahwa ketika bulan Ramadan datang, Allah memerintahkan kepada para malaikat agar pintu surga dibuka lebar-lebar. Gerbang neraka ditutup rapat. Dan para setan dibelenggu agar tidak menggoda manusia.
Pintu surga yang dibuka adalah penanda terbukanya kebaikan-kebaikan. Di Ramadan bulan yang penuh rahmat. Di bulan ini Allah menebar rahmat bagi seluruh hamba-Nya.
Di Ramadan, terasa lebih mudah dan ringan orang berbuat kebaikan. Mulai dari ibadah ritual, macam salat, hingga ibadah sosial, seperti berbagi takjil dan sedekah. Oleh karena itu, mari kita gunakan momen istimewa dari Allah ini untuk menambah amal saleh. Rahmat Allah lain di bulan suci ini adalah lailatul qadar. Malam yang lebih baik dari seribu malam. Usia rata-rata manusia kurang dari 1000 bulan. Sehingga, jika seseorang bisa mendapatkan lailatul qadar, maka ia akan sangat beruntung di sisi Allah. Mari berlomba mengisi Ramadan ini dengan segala kebaikan dan kebajikan, baik ritual maupun sosial. Sangat dianjurkan dalam bulan Ramadan ini kita menempa diri untuk melipatgandakan kesalehan pribadi dan menanamkan kesalegan sosial.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Bangko, 26 Febuari 3026
Dr. Chazim Maksalina, M.H.