
Kehidupan normal kembali tiba, setelah menjalani kehirukan lebaran idul fitri 1447 H. Meskipun demikian, belum bisa dikatakan seratus persen normal, karena pemerintah menerapkan kebijakan WFA mulai sebelum lebaran (16 dan 17 Maret) dan pasca lebaran (25, 26, dan 27 Maret). Oleh karena itu, meskipun hari ini mulai masuk kantor, tetapi bagi sebagian lainnya melaksanakan tugas work from home or work from anywhere.
Kali ini penulis ingin berbagi pengalaman sekaligus tahaduts bi ni'mah terkait dengan prestasi yang diraih oleh dua Pengadilan Agama Muara Bungo dan Pengadilan Agama Muara Bulian yang masing-masing memperoleh penghargaan penyelesaian mediasi terbanyak dan Kinsatker Tri wulan terbaik predikat yang diraih oleh pengadilan di wilayah PTA Jambi.
Sebagai informasi, pengadilan tingkat banding yang mewakili wilayahnya ada 22 PTA dari 34 PTA di seluruh Indonesia yang mendapatkan apresiasi dari Direktorat Jenderal Badilag 2026, untuk mendapatkan apresiasi. Kita patut bersyukur, dari 22 satuan kerja, PTA Jambi salah satu yang diumumkan untuk menerima pebghargaan newakili dua PA yang berhasil meraih juara.
Pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2026 kemarin, bertempat di balairung konvensi Hotel Red Top dengan dihadiri langsung oleh Ketua MA dan Wakil Ketua MA Yudisial dan Non Yidisial. Di atas panggung kehormatan Ketua MA, Wakil, Wakil Ketua MA Yudisial dan non yudisial dan Tuaka Agama menyerahkan langsung sertifikat kepada 22 PTA peraih juara tahun 2026.
Terasa nuansa sangat spesial bagi siapa saja yang menyaksikan langsung penyerahan penghargaan tersebut. Penulis merasakan sendiri karena hadir secara langsung, betapa mereka yang berhasil meraih oresrasi dan menerima langsung penghargaan dari Ketua MA sangat terhormat, tentu sangat membanggakan karena ini merupakan pengalaman yang jarang dialami oleh seorang Ketua Pengadilan dan tentu hal ini akan menjadi catatan dalam sejarah karir kepemimpinannya.
Dengan torehan prestasi PA Muara Buluan dan PA Muara Bungo, maka prestasi tersebut membawa nama satuan kerja di PTA Jambi.
Mari kita jadikan prestasi ini sebagai motivasi bagi satuan kerja lainnya yang belum berhasil memberikan prestasi tersebut untuk PA maupun PTA. Yang perlu ditanamkan bagi kita yang ingin meraih prestasi tersebut adalah kesadaran kerja keras secara tim bukan hasil kerja perorangan. Kita juga perlu mengapresiasi kepada pimpinan dan seluruh jajaran keluarga besar PA Muara Bulian dan PA Muara Bungo yang bekerja keras, tuntas, cerdas dan ikhlas dan akhirnya membuahkan hasil. Ini bukti kerja dan hasil kerja kontinuitas dan simultan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya.
Terus Kobarkan Semangat Meraih Prestasi
Motivasi adalah bahan bakar yang menggerakkan kita untuk terus belajar, berkembang, dan menghadapi tantangan baik individu atau dalam organisasi. Tanpa motivasi, terasa datar dan tanpa arah. Namun, ketika kita memahami bahwa motivasi bukan sekadar dorongan sesaat, melainkan bagian dari pembelajaran hidup, kita bisa menjadikannya kekuatan yang lestari.
1. Motivasi Mengajarkan Kita tentang Tujuan
Setiap kali kita termotivasi, sebenarnya kita sedang diajak untuk mengenali apa yang benar-benar penting dalam perjalanan karir kita. Apakah itu impian, keluarga, kesuksesan, atau pengembangan diri—motivasi membantu kita menemukan mengapa di balik setiap usaha. Seperti kata Friedrich Nietzsche:
"Dia yang memiliki alasan kuat untuk hidup, akan mampu bertahan dalam hampir semua kondisi".
2. Kegagalan adalah Guru Terbaik
Motivasi sejati tidak hanya datang dari kesuksesan, tetapi juga dari kegagalan. Setiap kali kita jatuh, kita punya dua pilihan, menyerah atau bangkit dengan pelajaran baru. Thomas Edison gagal ribuan kali sebelum menciptakan lampu, tapi ia berkata:
" Aku tidak gagal, aku hanya menemukan 10.000 cara yang tidak bekerja."
Inilah esensi pembelajaran hidup setiap rintangan adalah kesempatan untuk tumbuh.
3. Motivasi Membentuk Mental Tangguh
Untuk mencapai puncak karir tidak selalu mudah, tetapi motivasi mengajarkan kita untuk tetap kuat. Seperti otot yang perlu dilatih, mental juga butuh penguatan melalui tekad dan disiplin. Setiap kali kita memilih untuk terus maju meski lelah, kita sedang membangun resilience (ketahanan) yang akan berguna di masa depan.
4. Belajar dari Orang Lain
Kisah-kisah inspiratif dari orang sukses, pejuang kehidupan, atau bahkan orang biasa yang pantang menyerah bisa menjadi cermin bagi kita. Mereka mengajarkan bahwa motivasi bukan tentang sempurna, tapi tentang konsistensi. Seperti kata Jim Rohn:
"Kamu adalah rata-rata dari lima orang yang paling sering menghabiskan waktu bersamamu.
Maka, pilihlah lingkungan yang mendorongmu untuk berkembang".
5. Motivasi adalah Proses, Bukan Hasil Akhir
Banyak orang kehilangan motivasi karena fokus pada hasil, bukan proses. Padahal, hidup adalah perjalanan, setiap langkah kecil memiliki nilainya sendiri. Nikmati proses belajar, karena di situlah karakter dan kebijaksanaan dibentuk.
Akhirnya, marilah kita terus belajar, bergerak dan mau berubah, jadikan
motivasi sevagai guru terbaik dalam meniti karir. Ia mengajarkan kita tentang ketekunan, makna perjuangan, dan seni bangkit setiap kali terjatuh. Jadikan motivasi bukan hanya sebagai penyemangat sesaat, tapi sebagai prinsip hidup yang membimbing kita menuju versi terbaik dari diri kita sendiri.
Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk belajar, tumbuh, bergerak dan mau berubah. Sukses untuk PA Muara Bulian, sukses PA Muara Bungo dan sukses untuk kita semua.
Mari kita memulai aktivitas kerja dengan melihat catatan masa lalu, berprestasi untuk hari ini dan mempersembahkan kesuksesan untuk masa yabg akan datang. Masih dalam suasana lebaran di bulan Syawal 1447H, penulis menghaturkan selamat lebaran, mohon maaf lahir batin, minal aidin wal faizin.
Wallahu a'lam bi showab
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart
Bogor, 25 Maret 2026
Dr. Chazim Maksalina, M.H.