(0741) 40131 jambipta@gmail.com

GEDUNG PTA OK

Hari ini Senin, tanggal 2 Februari 2026, pada petang nanti setelah maghrib sudah memasuki penanggalan baru menurut kalender hijriyah, artinya sudah masuk tanggal 15 Sya'ban 1448 hijriyah, dengan demikian malam nanti dikenal dengan malam nisfu Sya'ban, malam pertengahan bulan Sya'ban.

Dalam ajaran Islam, terdapat waktu-waktu istimewa yang Allah SWT bukakan secara khusus sebagai pintu ampunan dan rahmat-Nya.

Salah satu di antaranya adalah malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya’ban, tepatnya malam tanggal 15.

Malam ini dipandang sebagai malam yang penuh keutamaan, di mana Allah SWT melimpahkan ampunan, melipatgandakan pahala, dan mengijabah doa-doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imam al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman:

Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru atas nama Allah:

Adakah orang yang memohon ampun, maka Aku ampuni;

adakah orang yang meminta sesuatu, maka Aku berikan permintaannya.

Hadits ini menjadi dasar bagi para Ulama' Ahlussunnah wal Jama‘ah untuk menganjurkan umat Islam menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah, doa, dan dzikir.

Keistimewaan Malam Nisfu Sya’ban

Malam Nisfu Sya’ban memiliki beberapa keutamaan penting, di antaranya:

Pintu ampunan Allah dibuka lebar

Rahmat Allah dilimpahkan secara luas

Doa-doa kebaikan berpeluang besar diijabah.

Pahala ibadah dilipatgandakan

Rasulullah SAW bersabda:

Lima malam yang tidak ditolak doa di dalamnya:

malam pertama bulan Rajab,

malam Nisfu Sya’ban,

malam Jumat,

malam Idul Fitri,

dan malam Idul Adha.”

Amalan-Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban:

1.Memperbanyak Doa

Malam Nisfu Sya’ban adalah waktu mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dengan penuh harap dan ketundukan kepada Allah SWT, baik doa untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara umum.

2.Membaca Dua Kalimat Syahadat

Kalimat syahadat Adalah kalimat tauhid yang paling agung. Mengulang-ulang syahadat pada malam Nisfu Sya’ban merupakan bentuk pembaruan iman dan peneguhan ikrar keislaman di hadapan Allah SWT.

3.Memperbanyak Istighfar

Sebagai manusia, kita tidak lepas dari dosa dan khilaf, baik yang disadari maupun tidak. Oleh sebab itu, istighfar menjadi amalan utama pada malam Nisfu Sya’ban.

Sebagaimana dinukil oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam Ithmi’nanul Qulub:

Istighfar merupakan amalan utama yang seharusnya dibiasakan oleh setiap Muslim, terutama pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan, seperti bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.

4.Memperbanyak Shalat Sunnah

Selain shalat fardhu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah pada malam Nisfu Sya’ban, di antaranya:

Shalat sunnah mutlak

Shalat sunnah tasbih

Shalat sunnah awwabin (shalat antara Maghrib dan Isya)

Shalat sunnah ini merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak pahala.

5.Berpuasa pada Siang Hari Nisfu Sya’ban

Di antara amalan yang dianjurkan adalah berpuasa pada siang hari setelah malam Nisfu Sya’ban.

Rasulullah SAW bersabda:

Apabila datang malam Nisfu Sya’ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia sejak matahari terbenam dan berfirman:

Adakah yang memohon ampun, maka Aku ampuni;

adakah yang meminta rezeki, maka Aku beri;

adakah yang tertimpa musibah, maka Aku hindarkan;

hingga terbit fajar.”

(HR. Ibnu Majah)

6.Membaca Surat Yasin Tiga Kali

Di kalangan Ulama' Ahlussunnah wal Jama‘ah, terdapat amalan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali pada malam Nisfu Sya’ban dengan niat:

Yasin pertama: memohon umur panjang yang berkah dan ketaatan

Yasin kedua: memohon perlindungan dari bala dan musibah

Yasin ketiga: memohon kecukupan dan keberkahan rezeki

Amalan ini merupakan hasil ijtihad sebagian Ulama'. Syaikh Muhammad bin Darwisy menyatakan dalam Asná al-Mathálib:

Pembacaan Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Maghrib adalah hasil ijtihad sebagian Ulama', yang dinisbatkan kepada Syaikh al-Buni, dan hal tersebut bukanlah sesuatu yang buruk.

7.Memperbanyak Dzikir dan Shalawat

Selain istighfar, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir seperti, Tahmid, Takbir, Tahlil dan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dzikir-dzikir ini menjadi sarana membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Malam Nisfu Sya’ban Adalah momentum spiritual untuk kembali kepada Allah SWT dengan penuh harap dan kesungguhan.

Melalui doa, dzikir, shalat, dan puasa, kita mengetuk pintu ampunan dan rahmat-Nya.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amalan kita, menghapus dosa-dosa kita, melimpahkan rahmat-Nya, serta mengabulkan segala hajat kebaikan kita.

Wallahu a'lam bi showab

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa sohbihi ajma'in

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat pagi, salam sehat, solid, speed, smart

Jambi, 2 Februari 2026

Dr. Chazim Maksalina, M.H